Tampilkan postingan dengan label baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Peragut baik hati terperangkap

myMetro

GEORGETOWN: Selepas dimaklumkan hanya mempunyai RM40 dalam beg tangannya, seorang lelaki mengambil RM20 dan telefon bimbit sebelum menyerahkan semula beg tangan itu kepada mangsanya.

Bagaimanapun, suspek yang cuba melarikan diri selepas merompak mangsa dalam kejadian di Jalan Perak, semalam, ditahan polis tidak lama kemudian. 
Dalam kejadian jam 7.30 pagi itu, mangsa, 30-an, seorang wanita warga Indonesia yang bekerja sebagai tukang cuci di sebuah hospital swasta di Jalan Macalister, berjalan bersendirian ke tempat kerjanya sebelum dihampiri seorang lelaki yang menunggang motosikal.

Selepas merompak wang dan telefon bibit mangsa, suspek cuba melarikan diri dan secara kebetulan sebuah kereta peronda polis melakukan rondaan di kawasan berkenaan.

Selasa, 04 Februari 2014

Alasan Mengapa Pria Lebih Baik dari Wanita dalam Mengemudi

Seringkali terdengar candaan yang mengatakan bahwa wanita tidak mampu mengemudi sebaik pria, hal ini ternyata benar, karena ilmuwan menemukan alasannya. Pria lebih baik saat mengemudi dibanding wanita karena pengaruh hormon testosteronnya.

Ketika mengemudikan mobil atau kendaraan lain, seseorang membutuhkan kendali arah yang baik, hal ini dapat dipengaruhi oleh hormon testosteron. Menurut sebuah studi analitis, testosteron inilah yang menyebabkan kemampuan navigasi spasial pria lebih baik daripada wanita.

"Penelitian yang kami lakukan sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang mendapatkan testosteron mengalami peningkatan ketrampilan dalam hal navigasi," kata Justin Rhodes, profesor psikologi di University of Illinois, yang memimpin penelitian tersebut.

Selain memiliki kemampuan navigasi yang lebih baik, hormon testosteron juga dapat membuat pria lebih adaptif. Sifat adaptif ini memberikan keuntungan bagi pria agar lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan atau hal-hal yang baru dan menantang.

Rhodes bersama tim peneliti yang lain menganalisa 35 studi lain yang mencakup data tentang rentang kemampuan spasial dari 11 spesies hewan, seperti cumi-cumi, tikus, rusa, kuda, dan lain sebagainya termasuk manusia.

Tim peneliti menemukan bahwa 8 dari 11 spesies tersebut menunjukkan bahwa pejantan atau laki-laki (pada manusia) memiliki kemampuan spasial yang lebih baik dari spesies betina atau perempuan (pada manusia).

"Temuan ini mendukung hipotesis yang seringkali diabaikan, bahwa pria lebih baik dalam hal navigasi spasial atau arah," tambah Rhodes, seperti dilansir Health India.
sumber

Sabtu, 01 Februari 2014

Menilai Amanat Hadi dengan adil Satu artikel yang sangat baik untuk dibaca



  • Dr Mohd Asri Zainul Abidin
  • 8Malaysiakini  Jan 4 2013
Isu amanat Datuk Seri Abdul Hadi Awang sedang dibangkitkan menjelang pilihan raya ke-13 ini. Walaupun amanat tersebut lebih daripada 30 tahun usianya, namun seperti biasa politik mampu membangkit-ungkit apa sahaja.

Kedua belah pihak - kerajaan dan pembangkang memakai pendekatan yang hampir sama. Cumanya, ‘kelebihan kerajaan di negara kita ini ia menggunakan media awam demi tujuan politik kepartian.

Saya tidak pasti apakah jika pembangkang hari ini jika berkuasa akan menggunakan pendekatan yang sama ataupun tidak?

Amanat Haji Hadi itu berbunyi:
"Saudara-saudara sekelian percayalah, Kita menentang Umno, bukan kerana nama dia Umno. Kita menentang Barisan Nasional bukan kerana dia lama memerintah kerajaan. Kita menentang dia ialah kerana dia mengekalkan perlembagaan penjajah, mengekalkan undang-undang kafir, mengekalkan peraturan jahiliah.
baca selengkapnya
"Oleh kerana itulah kita menentang mereka. Oleh kerana itulah kita menghadapi mereka. Oleh itulah kita cuba berlawan dengan mereka. Percayalah saudara-saudara sekalian, perjuangan kita adalah jihad, ucapan kita adalah jihad, derma kita adalah jihad.

"Bergantunglah kita kepada Allah dengan (menghadapi) puak-puak ini kerana kalau kita mati melawan puak-puak ini, mati kita adalah syahid. Mati kita adalah Islam.

"Kita tidak perlu masuk Buddha, kita tidak perlu masuk Hindu, kita tidak perlu masuk Kristian, tapi kita menjadi kafir dengan mengamalkan politik suku, agama suku."
Fatwa-fatwa Pantai Timur