Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

Melakukan Deteksi Penyakit dari Warna Urin

Memeriksa kesehatan secara rutin dapat mencegah tubuh terkena penyakit yang berbahaya. Penyakit bisa dideteksi lebih dini sehingga tidak terlambat untuk diobati.

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk mendeteksi dini sebuah penyakit, salah satu cara murah dan sederhana untuk memeriksa kesehatan tubuh adalah dengan memperhatikan warna urin ketika kita buang air kecil.

Warna urin bisa melambangkan jenis penyakit yang diderita. Demikian kata konsultan ahli urologi Tim Terry. Berikut ini prediksi kesehatan dengan cara melihat warna urin.

Kuning
"Jika urin anda berwarna kuning pucat atau kuning gelap menandakan itu urin sehat", kata konsultan ahli urologi Tim Terry.

Urin berwarna demikian tergantung pada tingkat hidrasi. Patokannya jika urin Anda tetap berada di wilayah warna kuning, Anda bisa bernapas lega menandakan kesehatan anda baik-baik saja.

Hijau
"Jenis obat antiseptik dan anestesi dapat membuat warna semburat hijau pada urin," kata Terry.

Disebabkan oleh biru metilen, pewarna yang membuat ginjal harus bekerja keras mengurainya. jika urin Anda berwarna hijau tidak perlu khawatir.

Orange
"Jika urin anda berwarna orange menandakan adanya disfungsi hati," jelas Terry.

Jika urin Anda berwarna orange seperti ini biasanya disertai dengan warna tinja yang berwarna putih, ini kemungkinannya disebabkan karena ikterus obstruktif. Segera konsultasi atau berobat kedokter jika warna urin anda berwarna orange.

Cokelat
Urin berwarna cokelat menampakkan ada masalah pada ginjal. "Ini bisa menjadi tanda penyakit ginjal yang serius, bahkan fistula," kata Terry.

Hal ini bisa disebabkan karena ada kebocoran usus ke kandung kemih Anda. Segera konsultasi atau berobat ke dokter Anda untuk kasus ini.

Merah

Urin berwarna merah berarti ada kandungan darah dalam urin Anda, menandakan pendarahan atau kanker. "Pada orang yang berusia lanjut lebih dari 40 tahun perkiraan pertama adalah kanker kandung kemih," pungkas Terry.
sumber:http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1812609/hebat-warna-urin-bisa-deteksi-kesehatan

Sabtu, 30 Agustus 2014

Hama dan Penyakit Tanaman Palem

Hama dan Penyakit Tanaman Palem - Budidaya Petani. Simak selengkapnya mengenai Hama dan Penyakit Tanaman Palem berikut.

Hama dan Penyakit Tanaman Palem


Hama dan Penyakit Tanaman Palem

Dibandingkan tanaman hias lainnya, palem relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika ada, serangan hama biasanya lebih sering terjadi daripada penyakit.
6.1. Hama
1.    Belalang (Aularches miliaris dan Valanga nigricans)
o    Gejala: daun rusak ditandai dengan terlihatnya gigitan tidak teratur di tepi daun. Serangan berat, yang tersisa hanya tulang daun.
o    Pengendalian: dengan membunuh belalang, menanam tanaman peutup tanah seperti Colopogonium sp. dan Centrosema sp., penggunaan insektisida Basudin 90 SC (2cc/liter).
2.    Ulat penggulung daun (Hidari irava)
o    Gejala: helaian daun palem menggulung, daun palem tinggal tulangnya saja, kadang-kadang hanya hanya separuh anak daun yang ditinggalkan.
o    Pengendalian: dengan parasit telur Neotelenomus sp. dan Anastatus sp. Pengendalian kimia dengan insektisida Basudin 60 EC.
3.    Kutu daun palem (Aspidiotus destructor)
o    Gejala: daun menjadi merah keabu-abuan. Di permukaan daun tampak bercak menguning. Selanjutnya daun menguning semua, daun tidak tumbuh berkembang dan mati.
o    Pengendalian: dengan menggunakan parasit hama Scimnus sp. atau Cryptoghatha sp. Pengendalian kimia dengan Malathion, Kelthane, Supracide 0,05%.
4.    Kumbang penggorok daun (Brontispa longissima)
o    Gejala: merusak pohon palem muda, kumbang bersembunyi di antara lipatan anak daun muda yang belum membuka. Daun akan berkerut hingga mati.
o    Pengendalian: dengan memotong daun yang terserang, menyemprot tanaman setiap 4-6 minggu dengan insektisida berbahan aktif karbaril seperti Carbavin 85 WP, Dicarbam 85 S, Sevin 50 dengan konsentrasi 0,15 % atau berbahan aktif dieldrin seperti Dieldrin 20 Sc dengan konsentrasi 0,16 %.
5.    Kumbang palem (Anadastus sp.)
o    Gejala: kumbang menggerek daun muda kemudian ke daun tua.
o    Pengendalian: dengan insektisida Dekasulfan 350 EC atau Thiodan 35 EC.
6.    Kutu putih (Aleyrodidae sp.)
o    Kepik ini bergerombil di balik daun atau lipatannya. Cairan madu yang dihasilkan merangsang semut untuk bergerombol.
o    Pengendalian: insektisida berbahan aktif dimethoate seperti Perfekthion 400 EC.
7.    Kutu perisai (Parlatoria sp.)
o    Gejala: daun menguning yang dimulai dengan bintik kecil kuning.
o    Pengendalian: membilas daun yang sakit dengan air sabun dan penyemprotan insektisida Supracide 40 EC atau Dimacide 400 EC.
8.    Tungau merah (Tetranychus urticae)
o    Gejala: menyerang dari tanaman bagian bawah ke atas. Daun yang diserang menjadi kuning, kusam, kuning pucat dan layu bila disiram.
o    Pengendalian: dengan akarisida Kelthan, Endosan, Moroscide atau Acarin serta membersihkan gulma di sekeliling tanaman.
6.2. Penyakit
1.    Bercak daun :
o    Penyebab: jamur Fusarium sp., Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan lain-lain.
o    Gejala: pada daun tua atau muda terdapat bercak berbagai bentuk berwarna kuning atau hijau yang akan menghilang. Bercak ini meninggalkan bekas terang berwarna hitam, abu-abu dan coklat. Bagian tersebut kemudian kering. Serangan berat seluruh tajuk kering dan daun menutup. Buah akan rontok.
o    Pengendalian: memotong dan membakar bagian yang sakit, penyemprotan fungisida Dithane M-45, Difolatan 4F dengan kepekatan 0,1-0,2 %.
2.    Layu pucuk
o    Penyebab: jamur Thielaviopsis sp., Botrydiplodia sp., Fusarium sp., Chlaraopsis sp., Erwinia sp. dan Pseudomonas sp.
o  Gejala: daun mahkota layu secara tiba-tiba, daun menjadi kusam, pelepah daun bergantungan dan gugur. Kematian terjadi dengan cepat (1-3 bulan).
Pengendalian: memperbaiki pengelolaan tanaman termasuk pemupukan yang berimbang, sanitasi lingkungan, membuang dan membakar tanaman yang terserang.
3.    Penyakit akar
o    Penyebab: jamur parasit dan nematoda. Perubahan warna daun, ujung daun mengkerut dan kering.
o    Gejala: dapat menyebar ke pangkal daun.
o    Pengendalian: sama dengan yang dilakukan untuk penyakit layu pucuk.

Demikian artikel Hama dan Penyakit Tanaman Palem, semoga bermanfaat.

 Artikel Lainnya:
 Budidaya Tanaman Palem